Peneliti     Keyword     Tahun

Kedokteran | Kedokteran Gigi | Hukum | Ekonomi & Bisnis | Farmasi | Kedokteran Hewan | I Sosial & I Politik | Fakultas Sains dan Teknologi | Kesehatan Masyarakat | Psikologi | Ilmu Budaya | Keperawatan | Perikanan dan Kelautan |

Penelitian

Winariani K, dr., Sp.P(K).MARS

Fakultas Kedokteran / Departemen Ilmu Penyakit Paru

Tim Peneliti :

  1. Winariani K
  2. Dr. Isa Ansori --> Peneliti Utama

Tahun : 2010

Halaman Naskah : 56 halaman

Sumber Dana : mandiri

Besaran Dana : 10000000

SK. Penetapan : Mandiri

Publikasi : :

Kategori Penelitian : Kesehatan

Posting : 24-02-2012

Visitor : 5497


Download Article : PDF 4000 byte.


Title :

HUBUNGAN ANTARA PAPARAN DEBU KAPAS DENGAN JUMLAH SEL EOSINOFIL DARAH DAN PERUBAHAN FAAL PARU PADA PEKERJA PABRIK PEMINTALAN KAPAS

Author : Winariani K, dr., Sp.P(K).MARS


Year : 2010

Abstact :

ABSTRAK KARYA AKHIR

HUBUNGAN ANTARA PAPARAN DEBU KAPAS DENGAN JUMLAH SEL EOSINOFIL DARAH DAN PERUBAHAN FAAL PARU PADA PEKERJA PABRIK PEMINTALAN KAPAS

(STUDI KLINIK PENYAKIT PARU KERJA)

Isa Ansori, Winariani

Latar Belakang

Penyakit paru kerja dapat terjadi pada pekerja yang bekerja dengan paparan debu kapas adalah bisinosis dan asma kerja. Bisinosis adalah istilah yang menggambarkan perasaan tertekan di dada karena paparan debu kapas, perasaan ini timbul terutama pada hari pertama kembali bekerja setelah istirahat akhir minggu. Asma kerja adalah salah satu bentuk asma disebabkan atau diperberat oleh bahan di lingkungan kerja. Patogenesis bisinosis belum jelas dan multifaktorial, salah satu teori yaitu tentang mekanisme kemotaksis menerangkan bahwa serat kapas yang terhirup akan difagosit oleh makrofag alveolus, ini akan merangsang timbulnya eosinofil dijaringan yang menginduksi pelepasan mediator inflamasi sehingga dapat menimbulkan bronkokonstriksi saluran nafas.

Metode

Jenis penelitian ini adalah studi analitik cross-sectional, sampel penelitian adalah pekerja bagian pengolahan kapas pada pabrik pemintalan kapas  PT “X” di Gresik yang dipilih secara random berdasarkan kriteria inklusi sebanyak 40 karyawan paparan berat, 40 karyawan paparan ringan dan kontrol sebanyak 20 orang bagian administrasi, kemudian dilakukan wawancara pengisian kuesioner serta pemeriksaan eosinofil darah, faal paru sebelum dan sesudah bekerja.

Hasil

Pemeriksaan kadar debu ditempat kontrol didapatkan 0,333 mg/m3, paparan ringan didapatkan 3,480 mg/m3 dan paparan berat didapatkan 5,333 mg/m3, ini lebih besar dari yang disaratkan oleh kelompok studi World Health Organisation (WHO). Dari kuesioner, bisinosis ditemukan 11 (27,5%) kriteria C½, 2 (5,0%) C1, dan 1 (2,5%) C2 dari 40 karyawan paparan berat, 11 (27,5%) C½ dan 1 (2,5%) C1 dari 40 karyawan paparan ringan sedang pada 20 karyawan kontrol tidak dijumpai adanya bisinosis, secara statistik terdapat perbedaan bermakna p = 0,011 dan CI = 95%. Asma kerja didapatkan pada 10 karyawan (50%) kelompok kontrol, 22 (55%) kelompok paparan ringan dan 26 (65%) kelompok paparan berat dan secara statistik tidak ada perbedaan bermakna p = 0,236 dan CI = 95%. Jumlah sel eosinofil mengalami peningkatan sebelum dan sesudah bekerja, secara statistik terdapat perbedaan bermakna pada ketiga kelompok p < 0,001 dan CI = 95%. Nilai faal paru terdapat penurunan saat sebelum dan sesudah bekerja pada ketiga kelompok, secara statistik tidak ada perbedaan bermakna p > 0,05 dan CI = 95%.

Kesimpulan

Terdapat hubungan bermakna antara paparan debu kapas dengan jumlah sel eosinofil dan perubahan faal paru.

Kata kunci : paparan debu kapas; bisinosis; asma kerja; jumlah sel eosinofil; perubahan faal paru.

 


Keyword : paparan debu kapas; bisinosis; asma kerja; jumlah sel eosinofil; perubahan faal paru. ,


List Article :

Related Article :

Visit Artikel : 22.631.128

Visit Website : 19.280.394

Google Scholar