Peneliti     Keyword     Tahun

Kedokteran | Kedokteran Gigi | Hukum | Ekonomi & Bisnis | Farmasi | Kedokteran Hewan | I Sosial & I Politik | Fakultas Sains dan Teknologi | Kesehatan Masyarakat | Psikologi | Ilmu Budaya | Keperawatan | Perikanan dan Kelautan |

Penelitian

Pangestu Adi, dr., Sp.PD., K-GH.

subdigestive@gmail.com

Fakultas Kedokteran / Departemen Ilmu Penyakit Dalam

Tim Peneliti :

  1. Pangestu Adi
  2. Poernomo Boedi Setiawan
  3. Puri Safitri Hanum --> Peneliti Utama

Tahun : 2011

Halaman Naskah : 0 halaman

Sumber Dana : Mandiri

Besaran Dana : 0

SK. Penetapan : Mandiri

Publikasi : Buku : Karya Akhir

Kategori Penelitian : Kesehatan

Posting : 10-01-2012

Visitor : 4288


Download Article : PDF 3384 byte.


Title :

Hubungan Pemberian Ekstrak Meniran (Phyllantus Niruri Linn) Terhadap Perubahan Serum Transaminase Penderita Hepatitis B Dan C Kronik

Author : Pangestu Adi, dr., Sp.PD., K-GH.


Year : 2011

Abstact :

Abstrak

Latar belakang: Infeksi virus hepatitis kronis B dan C merupakan penyebab utama penyakit hati kronis. Pengobatan Hepatitis B maupun C dengan interferon dan nukleosida analog sangat mahal. Meniran (phyllantus niruri linn) secara tradisional digunakan di berbagai belahan dunia sebagai terapi untuk penyakit kuning. Meniran mempunyai kandungan lignan dan komponen asiklik yang dilaporkan mempunyai aktivitas hepatoprotektip. Dari berbagai hasil penelitian pada hewan coba, dikatakan bahwa meniran dapat bersifat antihepatotoksik/hepatoprotekrip terhadap model kerusakan hati (dengan bahan hepatotoksik). Untuk itu perlu uji klinis untuk fitofarmaka yang mengandung daun meniran untuk membuktikan adanya efek terapeutik pada kerusakan hepar secara efektif .

Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol meniran pada penurunan serum transaminase dibandingkan sebelum dan sesudah terapi, dan efek samping pemberian ekstrak etanol meniran pada penderita hepatitis kronis.

Metode : Uji klinis terbuka Pre-Post Test Group Design. Jumlah sampel direncanakan 30 dengan perlakuan, umur 21 - 70 tahun, terdiri dari hepatitis kronis B, hepatitis kronis C, atau keduanya baru atau dengan riwayat hepatitis kronis, yang memilih untuk tidak menggunakan obat standar, dan tanpa obat hepatoprotektif lain selama 2 minggu atau lebih. Setiap sampel mendapat 3 x 1 kapsul uji ekstrak etanol 96% herba meniran ekstrak etanol 96% herba meniran selama 12 minggu perlakuan. Pemeriksaan laboratorium dilakukan saat kunjungan pertama dan terakhir. Data direncanakan dianalisis dengan analisis statistik deskriptif Paired t-test dengan CI 95% (α = 0,05).

Hasil : Selama penelitian dari 35 sampel didapatkan penurunan SGOT/SGPT pada 34 penderita dengan rerata penurunan SGOT dari 76,83 ± 32,9 mg/dl menjadi 35,03±17,539 mg/dl, dan SGPT dari 69,03±26,73 mg/dl menjadi 44,86±18,168 mg/dl. Didapatkan peningkatan kadar sGOT dan SGPT pada 1 pasien (scor meningkat dari 81 mg/dl menjadi 84 mg/dl, dan SGPT dan 74 mg/dl menjadi 80 mg/dl). Kadar transaminase menjadi normal pada 65,7% penderita (SGOT) dan 54,2%penderita(SGPT). Tidak ada efek samping berat yang terjadi, didapatkan efek samping ringan (mual dan pusing kepala) pada 3 orang penderita pada minggu-minggu awal dan tidak didapatkan tanda-tanda toksisitas dari parameter laboratorium.

Kesimpulan : Kapsul uji berisi ekstrak meniran yang setara dengan 0,5 mg phylllantin, memberikan perubahan bermakna pada kadar transaminase penderita hepatitis kronis. Tidak didapatkan tanda-tanda toksisitas pada sampel sampai akhir penelitian (12 minggu perlakuan).


Keyword : Hepatitis Kronis, Ekstrak Etanol Herba Meniran, Hepatotoksik,


List Article :

Related Article :

Visit Artikel : 22.635.513

Visit Website : 19.286.169

Google Scholar