Peneliti     Keyword     Tahun

Kedokteran | Kedokteran Gigi | Hukum | Ekonomi & Bisnis | Farmasi | Kedokteran Hewan | I Sosial & I Politik | Fakultas Sains dan Teknologi | Kesehatan Masyarakat | Psikologi | Ilmu Budaya | Keperawatan | Perikanan dan Kelautan |

Pengabdian Kepada Masyarakat

Prof. Dr. Agung Pranoto, dr.,MSc.Sp.PD-KEMD

agungpra@sby.centrin.net.id

Fakultas Kedokteran / Departemen Ilmu Penyakit Dalam

Tim Peneliti :

  1. Agung Pranoto
  2. Ari Sutjahjo
  3. Askandar Tjokroprawiro
  4. Soebagijo Adi S.
  5. Sri Murtiwi
  6. Aag Budhiarta
  7. Augusta Y.l Arifin
  8. Ahmad H. Asdie
  9. Ahmad Rudianto, Dkk --> Peneliti Utama

Tahun : 2006

Halaman Naskah : 57 halaman

Sumber Dana : Perkeni Cabang Surabaya

Besaran Dana : 1000000

SK. Penetapan :

Publikasi : Buku : Buku Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia, 2006

Kategori Penelitian : Kesehatan

Posting : 09-03-2012

Visitor : 13293


Download Article : PDF 4164 byte.


Title :

KONSENSUS PENGELOLAAN DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INDONESIA 2006

Author : Prof. Dr. Agung Pranoto, dr.,MSc.Sp.PD-KEMD


Year : 2006

Abstact :

KONSENSUS PENGELOLAAN DAN PENCEGAHAN

DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INDONESIA 2006

 

Agung Pranoto, Ari Sutjahjo, Askandar Tjokroprawiro, Soebagijo Adi, Sri Murtiwi, dkk

 

Pendahuluan

Buku panduan ini berisikan konsensus pengelolaan dan pencegahan bagi penyandang diabetes yang merupakan revisi konsensus pengelolaan Diabetes Melitus (DIVI) di Indonesia hasil kesepakatan para pakar DM di Indonesia yang mulai dirintis PB PERKENI sejak perternuan tahun 1993 di Jakarta. Revisi buku konsensus 2006 adalah revisi ketiga kalinya, setelah revis! buku konsensus pertarna tahun 1998 clan revisi kedua tahun 2002. Mengingat sebagian besar penyandang diabetes adalah kelompok DM tipe‑2, konsensus pengelolaan ini terutarna disusun untuk DM tipe‑2, seclang untuk kelompok DM tipe‑1 dan pengelolaan diabetes pada kehamilan dibicarakan dalam buku panduan tersendiri.

Berbagal penelitian epiderniologi menunjukkan adanya keeenderungan peningkatan angka insidens dan prevalensi DM tipe‑2 di berbagai penjuru dunia. WHO memprediksi adanya peningkatan jumlah penyandang diabetes yang cukup besar untuk tahun‑tahun menclatang. Untuk Indonesia, WHO memprecliks! kenaikan jumlah pasien dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Laporan dari hasil penilitian di berbagai daerah d! Indonesia yang dilakukan pada dekade 1980 menunjukkan sebaran prevalensi DM tipe‑2 antara 0,8% di Tanah Tbraja, sampai 6,1% yang didapatkan di Manado. Hasil penelitian pada era 2000 menunjukkan peningkatan prevalensi yang sangat tajam. Sebagai contoh penelitian di Jakarta (daerah urban) dari prevalensi DM 1,7% pada tahun 1982 menjacli 5,7% pada tahun 1993 dan kemudian menjadi 12,8% pada tahun 2001 di daerah sub‑urban Jakarta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia (2003) diperkirakan penducluk Indonesia yang berusia di atas 20 tahun adalah sebesar 133jutajiwa. Dengan prevalensi DM pada daerah urban sebesar 14,7% dan daerah rural sebesar 7,2%, maka diperkirakan pada tahun 2003 terdapat penyandang diabetes sejumlah 8,2 juta di daerah urban dan 5,5juta di daerah rural, Selanjutnya, berclasarkan pola pertambahan penclucluk, diperkirakan pada tahun 2030 nanti akan ada 194 juta penducluk yan'g berusia di atas 20 tahun dan dengan asurnsi prevalensi DM pada urban (14,7%) dan rural (7,2%) maka diperkirakan terclapat 12 juta penyandang diabetes di daerah urban clan 8,1 juta di daerah rural. Suatu jurnlah yang sangat besar dan merupakan beban yang sangat berat untuk dapat ditangani sendiri oleh dokter spesialis/ subspesialis bahkan oleh semua tenaga kesehatan yang ada. Mengingat bahwa DM akan memberikan dampak terhadap kualitas sumber daya manusia clan peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar, sernua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, seharusnya ikut serta dalam usaha penanggulangan DIVI, khususnya dalam upaya pencegahan,


Keyword : Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2,


List Article :

Related Article :

Visit Artikel : 22.675.017

Visit Website : 19.347.742

Google Scholar