Peneliti     Keyword     Tahun

Kedokteran | Kedokteran Gigi | Hukum | Ekonomi & Bisnis | Farmasi | Kedokteran Hewan | I Sosial & I Politik | Fakultas Sains dan Teknologi | Kesehatan Masyarakat | Psikologi | Ilmu Budaya | Keperawatan | Perikanan dan Kelautan |

Penelitian

Chairul Effendi,dr.,Sp.PD, K-AI

ipd_bk2@msn.com

Fakultas Kedokteran / Departemen Ilmu Penyakit Dalam

Tim Peneliti :

  1. Chairul Effendi
  2. Suharto
  3. Jongky Hendro P --> Peneliti Utama

Tahun : 2010

Halaman Naskah : 0 halaman

Sumber Dana : Mandiri

Besaran Dana : 0

SK. Penetapan : Mandiri

Publikasi : Buku : Karya Akhir

Kategori Penelitian : Kesehatan

Posting : 05-01-2012

Visitor : 3347


Download Article : PDF 4653 byte.


Title :

Kadar IgE Serum Pada Penderita HIV Dengan Berbagai Nilai CD4

Author : Chairul Effendi,dr.,Sp.PD, K-AI


Year : 2010

Abstact :

Abstrak

Latar Belakang : Saat ini infeksi HIV telah menjadi suatu pandemi. Dengan semakin lanjutnya infeksi HIV akan semakin menurun juga jumlah sel limfosit T CD4. Saat itu penderita akan mengalami penurunan status imun yang semakin parah. Selain bermunculan berbagai infeksi oportunistik, ternyata juga terjadi peningkatan manifestasi penyakit alergi. Hasil test tusuk kulit yang positif pada penderita HIV menyiratkan kadar IgE pada penderita HIV lebih tinggi dibandingkan kontrol sehat. Kadar IgE serum sendiri oleh beberapa ahli mulai dipertimbangkan sebagai surrogate marker/petanda pengganti dalam penghitungan CD4 pada penderita HIV-AIDS.

Tujuan : Mencoba untuk meneliti gambaran kadar IgE serum pada berbagai nilai CD4 (status imunitas), dan kondisi-kondisi yang menyertai seperti, manifestasi penyakit alergi, data demografis, pola penularan, infeksi oportunistik, pada penderita yang datang dan pertama kali terdiagnosa HIV-AIDS

Metoda : Penelitian ini menggunakan rancang bangun deskriptif terhadap 63 penderita HIV-AIDS yang datang dan pertama kali terdiagnosis di Unit Rawat Jalan Perawatan Intensif Penyakit Infeksi (UPIPI) yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi selama bulan Juli sampai oktober 2009. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.

Hasil : Rerata umur Penderita HIV-AIDS yang datang dan pertama kali terdiagnosis di Unit Rawat Jalan Perawatan Intensif Penyakit Infeksi (UPIPI) dalam penelitian ini adalah 32,81 tahun ± 6,8 tahun, dengan perbandingan Laki-laki : Perempuan sebesar 2:1. Penderita terbanyak berasal dari Surabaya (40%) dan sisanya dari kota-kota disekitar Surabaya seperti Sidoario (l4,3%), Gresik (11,1%), Pasuruan (4,8%). Tingkat pendidikan dari penderita bervariasi. mulai dari tamatan Sekolah dasar (9,5%) hingga perguruan tinggi (38,1%). Sebesar 58,7% penderita aktif bekerja, dan sisanya sebesar 41,3%, tidak bekerja. Nilai CD4 terendah 7 sel/mm3 dan tertinggi 698,7 sel/mm3. Rata-rata nilai CD4: 266,35 + 203,11. Status imunitas subyek penelitian yang ditentukan berdasarkan nilai CD4 didapatkan bahwa 42% sudah masuk dalam kondisi imunodefisiensi berat 20,6%, sedang, 17,5% ringan, dan 19% dalam kondisi status imun yang normal. Penderita HIV/AIDS dalam penelitian ini memiliki rerata kadar IgE 865,33 ± 922,15. Kadar IgE terendah 5.6 IU/ml dan tertinggi 2500 IU/ml Dalam bentuk kategori normal atau meningkat, maka kadar IgE penderita 19% dalam kondisi normal, dan 81% dalam kondisi meningkat. Bila kadar IgE digambarkan pada berbagai nilai CD4, terlihat bahwa semakin tinggi kadar CD4, akan semakin rendah kadar IgE nya.

Manifestasi alergi seperti Rhinitis, Pruritus, Alergi obat, Sindroma Steven Jhonson, Dermatitis alergi dan Urtikaria secara berturut-turut didapati pada 9,50%, 6,30%, 3,20%, 3,20%, 1,60% dan 1,60% subyek penelitian. Kadar IgE pada kelompok ini terendah sebesar 573,3 IU/ml, tertinggi sebesar 2500 IU/ml dan nilai
rata-rata kadar IgE serumnya: 1709,13 IU/ml. Sedangkan nilai rata-rata CD4 lebih rendah, dan dapat dimasukkan pada kondisi imundefisiensi berat. CD4 terendah sebesar 8 sel/ml, dan tertinggi sebesar 256 sel/ml, dengan rata-rata nilai CD4 sebesar 100.06 sel/ml. Infeksi oportunistik (IO) yang muncul pada subyek penderita sebesar 22,7%. Infeksi oportunistik sebagian besar muncul pada kondisi imundefiensi berat, yaitu
pada nilai CD4 < 200 sel/ml.

Didapatkan dua cara tertular HIV pada subyek penelitian. Penularan melalui Intravenous Drug User (IDU) 33.3% dan Hubungan seksual beresiko 66,7%. Nilai CD4 pada dua kelompok cara penularan ini terlihat tidak jauh berbeda. Pada IDU nilai rata-rata CD4 : 204,19 dengan SD: 179,56, pada kelompok hubungan seksual beresiko nilai rata-rata CD4: 297,43 dan SD: 209,02.

Kesimpulan : Pada penderita HIV-AIDS, didapatkan gambaran bahwa sebagian besar mereka datang dengan kondisi status imundefisiensi sedang-berat dengan nilai rata-rata CD4 266,35 ± 203,11 dan disertai dengan peningkatan kadar IgE serum. Kadar IgE pada berbagai nilai CD4 membentuk gambaran grafik logaritmik yang menunjukkan semakin turunnya nilai CD4, maka akan semakin meningkat kadar IgE serumnya. Rendahnya nilai CD4 ini akan memudahkan terjadinya IO. Manifestasi penyakit alergi yang muncul terjadi pada kondisi status imunitas yang rendah dan pada kadar IgE serum yang tinggi.


Keyword : IgE Serum, HIV, Nilai CD4,


List Article :

Related Article :

Visit Artikel : 22.983.841

Visit Website : 19.815.744

Google Scholar