Peneliti     Keyword     Tahun

Kedokteran | Kedokteran Gigi | Hukum | Ekonomi & Bisnis | Farmasi | Kedokteran Hewan | I Sosial & I Politik | Fakultas Sains dan Teknologi | Kesehatan Masyarakat | Psikologi | Ilmu Budaya | Keperawatan | Perikanan dan Kelautan |

Penelitian

Dr. Vicky Sumarki Budipramana, dr., SpB-KBD

vickysbudi@gmail.com

Fakultas Kedokteran / Departemen Ilmu Bedah

Tim Peneliti :

  1. Vicky Sumarki Budipramana --> Peneliti Utama
  2. Andy A Suanda

Tahun : 0

Halaman Naskah : 0 halaman

Sumber Dana :

Besaran Dana : 0

SK. Penetapan :

Publikasi : :

Kategori Penelitian : Kesehatan

Posting : 06-03-2012

Visitor : 3179


Download Article : PDF 3205 byte.


Title :

PEMBERIAN ASAM ASKORBAT INTRAVENA DALAM MEMPERTAHANKAN DERAJAT INTEGRITAS MUKOSA USUS DAN MENGURANGI ANGKA TRANSLOKASI BAKTERI PADA OBSTRUKSI USUS PADA TIKUS PUTIH (Rattus Novergicus) STRAIN WISTAR

Author : Dr. Vicky Sumarki Budipramana, dr., SpB-KBD


Year : 0

Abstact :

PENDAHULUAN: Obstruksi usus dapat menginduksi translokasi bakteri, yang akan menuju ke  resiko komplikasi sepsis pascaoperasi. Obstruksi usus mekanis membangkitkan respon peradangan yang menyebabkan edema usus serta akumulasi leukosit polimorfonuklear. Dan sudah diketahui bahwa leukosit merupakan sumber potensial oksigen radikal. Setelah radikal ini diproduksi, Mereka mulai membentuk reaksi berantai yang merusak ruang intraselular dan ekstraselular, juga merangsang proses lipid peroksidase di membran biologis. Penelitian ini mencoba untuk menguji hipotesis dengan mengevaluasi dampak dari asam askorbat sebagai anti lipid peroksidase, dalam mengurangi kerusakan sel usus akibat radikal bebas

 TUJUAN: Untuk mengetahui peranan asam askorbat dalam melindungi mukosa usus setelah obstruksi usus dan untuk mengevaluasi translokasi bakteri

.
METODE: 24 ekor tikus jantan strain wistar, berat 170-330 g,
usia 7-10 minggu, dilakukan laparotomi untuk membuat obstruksi usus. 12 diantaranya diberikan perlakuan asam askorbat intravena selama 2 hari. 24  jam kemudian, kelenjar getah bening mesenterika dikultur, dan diambil sampel dari ileum proksimal untuk dilakukan penilaian histologis dinding usus.


HASIL:
Translokasi bakteri secara signifikan meningkat pada kelompok kontrol tikus (8 dari 12 kultur kuman positif) dibandingkan dengan kelompok perlakuan asam askorbat (2 dari 12  kultur kuman positif) (p = 0,018, α = 0,05). Gradasi kerusakan mukosa ileum tikus meningkat pada kelompok kontrol (6 dengan grade 1 dan 6 dengan grade 2), sedangkan pada kelompok perlakuan didapatkan jumlah 7 (grade 0) dan 5 (kelas 1). Secara statistik terdapat perbedaan bermakna antara dua kelompok (Z = -3.428; P = 0,001)


KESIMPULAN:
Asam askorbat dapat mengurangi efek merugikan setelah obstruksi usus terhadap kerusakan mukosa usus dan translokasi bakteri.


Keyword : Asam askorbat, Translokasi bakteri, Obstruksi usus,


List Article :

Related Article :

Visit Artikel : 22.951.093

Visit Website : 19.766.253

Google Scholar