Peneliti     Keyword     Tahun

Kedokteran | Kedokteran Gigi | Hukum | Ekonomi & Bisnis | Farmasi | Kedokteran Hewan | I Sosial & I Politik | Fakultas Sains dan Teknologi | Kesehatan Masyarakat | Psikologi | Ilmu Budaya | Keperawatan | Perikanan dan Kelautan |

Penelitian

Dr.Aryati,dr, MS, Sp.PK(K)

dr_aryati@yahoo.com

Fakultas Kedokteran / Departemen Patologi Klinik

Tim Peneliti :

Tahun : 2009

Halaman Naskah : 4 halaman

Sumber Dana :

Besaran Dana : 0

SK. Penetapan :

Publikasi : Seminar : Pertemuan Koordinasi Penanganan Kasus DBD Bagi Kepala Sub Dinas P2 Dinas Kesehatan Kab/Kota, Dokter RS dan Dokter Puskesmas Perawatan

Kategori Penelitian : Kesehatan

Posting : 02-02-2012

Visitor : 3497


Download Article : PDF 3010 byte.


Title :

PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA DEMAM BERDARAH DENGUE

Author : Dr.Aryati,dr, MS, Sp.PK(K)


Year : 2009

Abstact :

Demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan problem kesehatan di dunia, dimana tidak saja mengenai anak-anak namun juga penderita dewasa, yang bahkan pada beberapa kasus diakhiri dengan tidak tertolongnya jiwa penderita.

Untuk mengantisipasi agar diagnosis DBD dapat ditegakkan dengan segera, diperlukan pemahaman imunopatogenesis penyakit DBD, pemeriksaan laboratorium yang tepat dan interpretasi yang didapat dari hasil laboratorium untuk melengkapi gejala klinis yang ada. Permasalahan sering timbul akibat dari miskomunikasi klinisi dengan fihak laboratorium, baik dokter spesialis patologi klinik, analis, teknisi dan pasien, di samping tahapan praanalitik, analitik dan pascaanalitik.

Penegakkan diagnosis DBD masih menggunakan kriteria WHO, 1997, yaitu kriteria klinis dan laboratoris berupa trombositopenia kurang dari 100.000/ul atau peningkatan hematokrit ≥ 20%. Hal yang tak kalah penting adalah memahami kelemahan pemeriksaan laboratorium tersebut. Pemeriksaan hemoglobin, leukosit, hitung jenis, hapusan darah tepi maupun enzim hati seperti SGOT dan SGPT, juga diperlukan untuk memberi informasi lebih terhadap penunjang diagnosis DBD.

Pemeriksaan serologis berupa IgM dan IgG antidengue sangat diperlukan untuk membedakan demam yang diakibatkan virus dengue ataukah demam oleh sebab lain (demam tifoid, influenza, malaria, hepatitis dan lain-lain).Saat ini sudah ada tes yang dapat mendiagnosis  DBD dalam waktu demam 8 hari pertama yaitu antigen virus dengue yang disebut dengan antigen NS1. Keuntungan mendeteksi antigen NS1 yaitu untuk mengetahui adanya infeksi dengue pada penderita tersebut pada fase awal demam, tanpa perlu menunggu terbentuknya antibodi. Pemeriksaan IgM dan IgG antidengue juga diperlukan untuk membedakan apakah infeksi tersebut pertama kali/ primer atau infeksi sekunder/tersier/berikutnya. Hal ini penting untuk penatalaksanaan manajemen terapi di samping epidemiologi, karena pada infeksi sekunder keadaan dapat menjadi lebih berat (DBD/SSD= Sindrom Syok Dengue).

Pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui serotipe DEN1,2,3,4 dari virus dengue saat ini banyak dilakukan dengan metode molekuler yaitu RT-PCR (Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction ).


Keyword : DBD, kriteria WHO 1997, IgM&IgG antidengue, NS1antigen.,


List Article :

Related Article :

Visit Artikel : 22.352.352

Visit Website : 18.850.189

Google Scholar