Peneliti     Keyword     Tahun

Kedokteran | Kedokteran Gigi | Hukum | Ekonomi & Bisnis | Farmasi | Kedokteran Hewan | I Sosial & I Politik | Fakultas Sains dan Teknologi | Kesehatan Masyarakat | Psikologi | Ilmu Budaya | Keperawatan | Perikanan & Kelautan |

Penelitian

Mudjiani Basuki, dr., Sp.S.

Fakultas Kedokteran / Departemen Ilmu Penyakit Saraf

Tim Peneliti :

  1. Mudjiani Basuki --> Peneliti Utama
  2. Sugeng Wijayanto

Tahun : 2007

Halaman Naskah : 78 halaman

Sumber Dana : Mandiri

Besaran Dana : 0

SK. Penetapan :

Publikasi : :

Kategori Penelitian : Kesehatan

Posting : 14-05-2012

Visitor : 1325


Download Article : PDF 3618 byte.


Title :

PERBANDINGAN NERVE CONDOCTION STUDY NERVEUS PERONEUS,SEBELUN DAN SESUDAH LOW IMPACT AEROBIC EXERCISE PADA PENDERITA DM TIPE 2

Author : Mudjiani Basuki, dr., Sp.S.


Year : 2007

Abstact :

Sugeng wijayanto 

SMF Ilmu Penyakit Saraf, FK UNAIR/RSUD dr. Soetomo Surabaya

ABSTRAK

 

Latar belakan dan tujuan

Diabetis Militus adalah penyebab paling penting terjadi gangguan saraf perifer. Melalui tiga mekanesme kelainan metabolic yaitu glikasi non enzymatic, peningkatan glucose flux melalui jalur polyol, peningkatan oxidative stress. Dan Nampak juga mikroangiopati pada DM> Latian jasmani dapat meningkatkan vasodililatasi oleh NO dan menurunkan glokosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nerve condition study sebelum dan sesuda Low impact aerobic exercise pada nervus peroneus pada penderita DM tipe II

 

Metode

Sebanyak 80 subyek penderita DM pada poli diabetes Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya yang memenuhi kreaterial ingklusi dan eksklusi ikut dalam penelitian ini 40 subyek yang terdiri dari 33 perempuan dan 7 pria, umur rata-rata 55.58 tahun di lakukan perlakuan berupa low impct aerobic exercise selama 3 bulan. Sedangkan 40 subyek yang terdiri atas 27 perempuan 13 laki-laki umur rata-rata 57.00 sebagai control. Masing-masing diukur KHS, Distal latensi, amplitodo pada n pereroneussebelum dan sesudah latihan jasmani.

 

Hasil

Pada klompok perlakuan drop out 2 orang, sedangkan pada klompok control drop out 4 orang. Setelah dilakukan perlakuaan berupa Lowimpack aerobic exercise,terdapat perbedaan yang bermakna untuk perbaikan kecepatan hantar saraf dan distal latensi nervus peroneus pada klompok senam disbanding klompok control. Dengan nilai P masing-masing untuk DL =0,02, KHS 0.03. Sebanyak untuk amplitude, didapatkan nilai p=0.2

 

Kesimpulan

Terdapat perbedaan yang siknifikan untuk distal latesi dan kecepatan hantar saraf n preonius sebelum dan sesudah Low Impacct Aerobic Exercise. Tidak terdapat perbedaan yang siknifikan untuk amplitude n peroneus pada DM tipe II.

 


Keyword : DM Low Impact Airobic EXcercis KHS Distal Latinis Amplitudo n peroneus


List Article :

Related Article :

Visit Artikel : 15.182.027

Visit Website : 0

Google Scholar