Peneliti     Keyword     Tahun

Kedokteran | Kedokteran Gigi | Hukum | Ekonomi & Bisnis | Farmasi | Kedokteran Hewan | I Sosial & I Politik | Fakultas Sains dan Teknologi | Kesehatan Masyarakat | Psikologi | Ilmu Budaya | Keperawatan | Perikanan dan Kelautan |

Penelitian

Prof.Dr. R. Eddy Rahardjo,dr.,Sp.ANK.IC

eddy.rahardjo@yahoo.com

Fakultas Kedokteran / Departemen Anestesiologi & Reanimasi

Tim Peneliti :

  1. R.eddy Rahardjo
  2. Mual Kristian Sinaga --> Peneliti Utama

Tahun : 2007

Halaman Naskah : 46 halaman

Sumber Dana : mandiri

Besaran Dana : 0

SK. Penetapan : mandiri

Publikasi : :

Kategori Penelitian : Kesehatan

Posting : 24-02-2012

Visitor : 13857


Download Article : PDF 3223 byte.


Title :

PERUBAHAN FAAL HEMOSTASIS PADA PERDARAHAN 1500 CC SETELAH TERAPI HEMODILUSI TANPA TRANSFUSI

Author : Prof.Dr. R. Eddy Rahardjo,dr.,Sp.ANK.IC


Year : 2007

Abstact :

 

Perubahan Faal Hemostasis pada Perdarahan 1500 cc Setelah Terapi Hemodilusi Tanpa Transfusi

Mual Kristian Sinaga, R. Eddy Rahardjo

Departemen Anestesiologi dan Reanimasi Kedokteran Gawat Darurat

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

RSU Dr. Soetomo Surabaya

Latar belakang dan objektif : Telah dilakukan studi awal tentang perubahan faal hemostasis setelah perdarahan dalam jumlah banyak yang mendapat terapi hemodilusi pada obstetri emergency dimana tidak terdapat pemanjangan faal hemostasis. Namun kasus yang diteliti hanya 5 kasus dengan perdarahan 1000 cc atau lebih dan terapi hemodilusi tersebut ada yang disertai pemberian transfusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan faal hemostasis pada perdarahan 1500 cc setelah terapi  hemodilusi tanpa transfusi pada operasi elektif pada sampel yang lebih besar.

Metode :   Pasien yang diteliti dengan usia 17-50 tahun, PS I-II dan Hct ≥ 30 yang menjalani operasi elektif di GBPT RS Dr Soetomo Surabaya. sebelum pembedahan pasien tersebut telah dilakukan pemeriksaan faal hemostasis (PPT dan APTT) sebagai baseline. kemudian setelah dilakukan anestesi umum, dilakukan pembedahan dan bila perdarahan durante operasi telah mencapai 1500 cc dan telah mendapat terapi hemodilusi adekuat tanpa transfusi maka segera dilakukan pemgambilan sampel darah untuk pemeriksaan PPT dan APTT. Jumlah dan jenis cairan yang diberikan dicatat

 

Hasil : Dua puluh empat pasien dengan usia 17-50 tahun (32,7±9,3) dengan berat badan antara 40-95 kg (60,2 ± 13,6) yang mengalami perdarahan sampai 1500 cc berkisar antara 24,3-53,6% EBV (37,3±7,9%). Unturk terapi hemodilusi (RL dan NaCl 0,9%) dan koloid (HES 6% dan Gelatin). jumlah kristaloid yang diberikan 1500-4000 cc (3135,4±690,4 cc)dan jumlah cairan koloid yang diberikan 0-1000 cc (520,8±232,8cc). Hasil analisis statistik dengan uji t berpasangan didapatkan tidak ada perbedaan bermakna PPT dan APTT sebelum dan sesudah hemodilusi (harga p > 0,05), bila dilihat selisih dari kontrol maka hasil uji statistik dengan Mc. Nemar yang membandingkan hasil pengukuran sebelum dan sesudah hemodilusi didapat perbedaan bermakna (p=0,010) pada PPT berupa pemanjangan PPT dimana terdapat % sampel (20,8%) yang memanjangtetapi tidak ada perbedaan bermakna (p=0,500) pada APTT. Namun pemanjangan nilai PPT tersebut tidak melebihi 1,5 kali normal jadi secara klinis tidak ada perbedaan yang bemakna.

Kesimpulan : Secara klinis tidak ada perubahan yang bermakna faal hemostasis (PPT dan APTT) prabedah dan setelah hemodilusi pada perdarahan 1500 cc pada pembedahan elektif


Keyword : perdarahan 1500 cc, terapi hemodilusi, faal hemostasis PPT dan APTT,


List Article :

Related Article :

Visit Artikel : 22.336.772

Visit Website : 18.825.798

Google Scholar