Peneliti     Keyword     Tahun

Kedokteran | Kedokteran Gigi | Hukum | Ekonomi & Bisnis | Farmasi | Kedokteran Hewan | I Sosial & I Politik | Fakultas Sains dan Teknologi | Kesehatan Masyarakat | Psikologi | Ilmu Budaya | Keperawatan | Perikanan dan Kelautan |

Pengabdian Kepada Masyarakat

Lailatul Muniroh, SKM, M.Kes

lailagizi@gmail.com

Fakultas Kesehatan Masyarakat / Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat

Tim Peneliti :

  1. Lailatul Muniroh --> Peneliti Utama
  2. Trias Mahmudiono
  3. Diah Indriani

Tahun : 2008

Halaman Naskah : 0 halaman

Sumber Dana : DP2M

Besaran Dana : 7000000

SK. Penetapan : 024/SP2H/PPM/DP2M/II/2008

Publikasi : : POSYANDU

Kategori Penelitian : Kesehatan

Posting : 12-03-2012

Visitor : 6363


Download Article : PDF 4994 byte.


Title :

Pelatihan Penyuluhan Kesehatan dan Gizi Bagi Mahasiswa Sebagai Kader Pendamping Untuk Mengaktifkan Meja keempat POSYANDU

Author : Lailatul Muniroh, SKM, M.Kes


Year : 2008

Abstact :

Posyandu berfungsi untuk memantau pertumbuhan balita, dan juga sebagai wadah dilakukannya penyuluhan gizi dan kesehatan bagi ibu dan anak. Peran kader posyandu sangat besar untuk melakukan kegiatan tersebut. Namun tidak jarang, meja keempat yakni meja penyuluhan di posyandu seringkali tidak dilaksanakan. Kondisi ini mendorong mahasiswa BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga untuk mengadakan kegiatan berupa mengirimkan mahasiswa sebagai kader pendamping di posyandu yang akan membantu kader dalam melaksanakan kegiatan di posyandu khususnya pelaksanaan meja ke empat.

            Sebagai kader pendamping posyandu, mahasiswa perlu dibekali pengetahuan dan ketrampilan dalam memberikan penyuluhan gizi dan kesehatan bagi ibu dan anak agar apa yang disampaikan dapat diterima oleh sasaran. Pengetahuan yang diberikan kepada mahasiswa sebagai bekal berupa materi seputar gizi dan kesehatan yang banyak terjadi pada ibu dan anak.

            Adanya mahasiswa sebagai kader pendamping diharapkan mampu mengatasi permasalahan kurang berfungsinya meja penyuluhan di Posyandu. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dengan mengkombinasikan antara diskusi dan praktek penyuluhan oleh tim pengabdian masyarakat dengan khalayak sasaran (mahasiswa). Pelatihan ditujukan untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan dan rasa percaya diri pada mahasiswa dalam memberikan penyuluhan gizi dan kesehatan ibu anak di posyandu. Penerapan Ipteks dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan precede-proceed theory (Bloom, 1992) dengan sedikit modifikasi disesuaikan dengan konteks kegiatan, yaitu bidang gizi dan kesehatan.

            Hasil kegiatan adalah sebagai berikut : pertama-tama menentukan topik yang akan disampaikan dalam pelatihan. Topik-topik tersebut dituangkan dalam bentuk pembuatan media presentasi (modul) dengan power point, serta menyiapkan berbagai alat peraga dan flip chart/lembar balik. Topik-topik yang dibuat antara lain, Kebijakan Program Gizi Dalam Revitalisasi Posyandu, ASI Eksklusif, Kebutuhan Gizi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui, dan Makanan Pendamping ASI. Setelah itu dilakukan pelatihan kepada mahasiswa. Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam pelatihan ini sebanyak 12 mahasiswa semester VI, dengan jumlah pelatih dari tim pengabdian masyarakat sebanyak 3 orang. Setelah materi penyuluhan disampaikan oleh tim pengabdian masyarakat, mahasiswa diminta melakukan simulasi penyuluhan dihadapan teman-temannya sendiri.

            Tahap selanjutnya dilakukan uji coba penyuluhan oleh mahasiswa di posyandu. Tujuan kegiatan ini adalah membantu kader Posyandu dalam memberikan penyuluhan di meja empat untuk meningkatkan status gizi balita di RW 8, 9 dan 10 Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Pelaksanaannya tanggal 14 dan 16 Juli 2008 Pukul 09.00 WIB-selesai. Indikator Keberhasilan antara lain 75% ibu-ibu yang datang ke posyandu hadir dan mengikuti penyuluhan, serta 75% pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa dapat dijawab dengan benar.

Kegiatan penyuluhan gizi di posyandu RW 8 dan 9 tidak mencapai target kehadiran yaitu persentase keikutsertaan penyuluhan tidak memenuhi 75% dari peserta yang datang dan timbang ke posyandu, akan tetapi kegiatan berjalan dengan lancar dan 100% peserta dapat menjawab pertanyaan seputar materi yang disampaikan mahasiswa dengan benar. Sedangkan kegiatan penyuluhan gizi di posyandu RW 10 sudah mencapai target yaitu persentase keikutsertaan penyuluhan memenuhi 75% dari peserta yang datang dan timbang ke posyandu, bahkan 100% peserta mengikuti penyuluhan dan kegiatan berjalan dengan lancar, serta 100% peserta dapat menjawab pertanyaan dengan benar.

 

 

 

 

 


Keyword : POSYANDU, BALITA,


List Article :

Related Article :

Visit Artikel : 22.822.611

Visit Website : 19.577.164

Google Scholar